Minggu, 19 April 2015

KEDUDUKAN PENDIDIKAN KARAKTER


Agama dan Pendidikan Karakter
      Penjelasan tentang pendidikan karakter dalam hal ini akhlak dipaparkan dalam banyak ayat al-Quran dan hadist-hadits rasulullah. Diantara hadits-hadits yang menjelaskan pentingnya akhlak dalam agama adalah sebagai berikut:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم خلقه القرأن
“Akhlak Rasulullah saw. Adalah Al-Quran.
      Dari hadits tersebut jelas dipaparkan bahwasannya utusan Allah ini mempunyai karakter yang baik dan semuanya terdapat di dalam al-Quran. Untuk mengetahui karakter apa saja yang dimiliki oleh rasulullah ini maka dengan mempelajari al-Quran adalah salah satu cara mengetahui karakter Rasulullah tersebut selain dari hadits yang sudah ada.

      Selain menjelaskan tentang karakter yang baik, al-Quran juga menjelaskan tentang karakter buruk yang harus kita hindari jauh-jauh dalam kehidupan kita. Karena jika kita mempraktikkannya maka kita akan mendapatkan kerugian dan kesengsaraan; dan apabila kita mempraktikkan karakter baik maka akan mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Contohnya di dalam al-Quran Allah memperkenalkan karakter Fir’aun yang sombong dan melanggar larangan Allah melampaui batas, berbuat zolim terhadap sesama durhaka terhadap Allah, diktator dan otoriter, bahkan Fir’aun mengaku dirinya adalah TUHAN.

PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK MENURUT AL-QURAN DAN HADITS

Pendidikan karakter merupakan keseluruhan dinamika relasional antarpribadi dengan berbagai macam dimensi, baik dari dalam maupun dari luar dirinya, agar pribadi itu semakin dapat menghayati kebebasannya, sehingga ia dapat semakin bertanggung jawab atas pertumbuhan dirinya sendiri sebagai pribadi dan perkembangan orang lain dalam hidup mereka.

Karakter, sebagaimana disebut dalam kamus bahasa Arab adalah akhlak atau tabiat. (Munawwir, Kamus Al-Asyri, Arab-Indonesia, Indonesia-Arab). Sementara kata akhlak (al-khuluqu) itu sendiri satu akar kata dengan al-khalqu (ciptaan, makhluk). Al-khalqu adalah bentuk lahiriah dan kata al-Khuluqu merupakan bentuk batiniah. Anak sebagai ciptaan Allah yang bagi kedua orangtuanya adalah amanat yang harus dijaga, dirawat, dibesarkan secara fisik sebaik mungkin sehingga tumbuh menjadi orang yang sehat. Sementara, anak juga mengandung unsur batiniah yang harus dijaga, dirawat dan dibesarkan serta dididik sebaik mungkin sehingga menjadi pribadi yang berakhlak atau berkarakter.