Dilihat dari katanya, maka ada dua pengertian secara
bahasa yang perlu pemakalah ketengahkan untuk mempermudah pemahamannya terhadap
pembahas tentang Pendidikan Karakter,
yaitu Pendidikan dan Karakter.
Pendidikan adalah proses pengubahan cara berpikir atau
tingkah laku dengan cara pengajaran, penyuluhan, dan latihan; proses mendidik.[1] Menurut Niccolo Machiavelli yang dikutip oleh
Doni Koesoema A., pendidikan adalah proses penyempurnaan manusia yang terus
menerus. Hal ini terjadi karena manusia yang pada dasarnya adalah penuh dengan
kekurangan atau istilah bahasa Indonesia “Tak ada Gading yang Tak Retak”.
Menurutnya, adanya pendidikan maka kekurangan dan ketidaklengkapan yang ada tertutupi. Atau dengan kata lain pendidikan dapat melengkapi
kekurangan ada pada diri seseorang. [2]
Sedangkan karakter adalah watak, sifat, tabiat.[3]
Adapun Poerwadarmina menjelaskan bahwa karakter adalah tabiat, watak,
sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang
dengan yang lain.[4] Sedangkan
watak itu sendiri adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran
dan perbuatannya; tabiah, budi pekerti. Sedangkan pendidikan watak itu sendiri bermaksud
membentuk watak orang.[5]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar