Rabu, 08 April 2015

Tujuan Pendidikan Karakter


      Sebagaimana pengertian yang telah dipaparkan panjang lebar di atas, maka karakter sebagaimana arti bahasa Arab, adalah akhlak atau thabi’ah.[1] Akhlak tersebut apabila berbentuk jamak menjadi khuluk.[2] Kata al-Khuluqu (akhlak) dan al-Khalqu (ciptaan, makhluk) berasal dari kata yang sama yaitu Kha – la – qa. Namun demikian, masing-masing mempunyai penekanan yang berbeda. Untuk kata al-Khalqu adalah bentuk lahiriah, adapun yang dimaksudkan dengan kata al-khuluqu merupakan bentuk batiniyah. Yang demikian itu, karena manusia terdiri dari jasad yang dapat dilihat oleh mata, dan juga ruh serta jiwa yang dapat dilihat melalui penglihatan kalbu. Masing-masing dari keduanya mempunyai keadaan dan bentuk, yang ada kalanya baru, serta ada kalanya pula baik. Adapun jiwa yang dapat dilihat melalui penglihatan kalbu adalah lebih besar tingkatannya daripada jasad yang dapat dilihat dengan mata lahir.
      Kata al-khuluqu (akhlak) menjadi suatu ibarat tentang kondisi dalam jiwa yang menetap di dalamnya. Dari keadaan dalam jiwa itu kemudian muncul perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran maupun penelitian. Jadi, apabia aplikasi dari kondisi dimaksud muncul perbuatan-perbuatan yang baik lagi terpuji secara akal dan syara’, maka itu disebut sebagai akhlak yang baik. Sedangkan apabila perbuatan-perbuatan yang muncul dari kondisi dimaksud adalah suatu yang berdampak buruk, maka keadaan yang menjadi tempat munculnya perbuatan-perbuatan itu disebut sebagai akhlak yang buruk.Tujuan Pendidikan Karakter

BACA SELENGKAPNYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar