Sebagaimana pengertian yang telah dipaparkan panjang
lebar di atas, maka karakter sebagaimana arti bahasa Arab, adalah akhlak atau
thabi’ah.[1]
Akhlak tersebut apabila berbentuk jamak menjadi khuluk.[2]
Kata al-Khuluqu (akhlak) dan al-Khalqu (ciptaan, makhluk) berasal
dari kata yang sama yaitu Kha – la – qa. Namun demikian, masing-masing
mempunyai penekanan yang berbeda. Untuk kata al-Khalqu adalah bentuk
lahiriah, adapun yang dimaksudkan dengan kata al-khuluqu merupakan bentuk
batiniyah. Yang demikian itu, karena manusia terdiri dari jasad yang dapat dilihat
oleh mata, dan juga ruh serta jiwa yang dapat dilihat melalui penglihatan
kalbu. Masing-masing dari keduanya mempunyai keadaan dan bentuk, yang ada
kalanya baru, serta ada kalanya pula baik. Adapun jiwa yang dapat dilihat
melalui penglihatan kalbu adalah lebih besar tingkatannya daripada jasad yang
dapat dilihat dengan mata lahir.
Kata
al-khuluqu (akhlak) menjadi suatu ibarat tentang kondisi dalam jiwa yang
menetap di dalamnya. Dari keadaan dalam jiwa itu kemudian muncul
perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran maupun penelitian.
Jadi, apabia aplikasi dari kondisi dimaksud muncul perbuatan-perbuatan yang
baik lagi terpuji secara akal dan syara’, maka itu disebut sebagai akhlak yang
baik. Sedangkan apabila perbuatan-perbuatan yang muncul dari kondisi dimaksud
adalah suatu yang berdampak buruk, maka keadaan yang menjadi tempat munculnya
perbuatan-perbuatan itu disebut sebagai akhlak yang buruk.Tujuan Pendidikan Karakter
BACA SELENGKAPNYA
BACA SELENGKAPNYA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar